Tanah Hutan – Pemahaman, Horizon Tanah & Kapasitas Tukar Kation


Hutan ialah sebuah lingkungan yang ditumbuhi oleh aneka macam macam jenis tumbuhan yang lebat. Secara lazim, lingkungkan fisik hutan mampu dibagi menjadi dua, ialah lingkungan iklim hutan dan lingkungan tanah hutan. Keduanya merupakan faktor abiotik yang kuat besar kepada keragaman vegetasi serta hewan yang hidup dalam ekosistem hutan.





Dalam ilmu kehutanan, lingkungan tanah hutan yaitu faktor yang lebih fokus dipelajari sebab lingkungan tanah lebih mudah diatur dibandingkan dengan lingkungan iklim.





Ilmu tanah berhubungan bidang kehutanan merupakan hal penting yang mesti diketahui, utamanya dalam sistem silvikultur. Tanah yang cocok akan menjadi kawasan berkembang tananaman yang tepat pula.





Dengan memahami tanah hutan maka pengoptimalan kemajuan tegakan juga dapat dilaksanakan untuk mendukung budidaya tanaman hutan. Selain itu, ilmu pengetahuan wacana tanah hutan juga memiliki kegunaan dalam upaya reklamasi lahan bekas tambang atau lahan yang mengalami kerusakan lewat teknik silvikultur.






Pengertian Tanah





Pada awalnya, pada selesai kala ke 19 para jago geologi memandang tanah sebagai lapisan permukaan bumi yang berasal dari pelapukan bebatuan oleh gaya alam, sehingga membentuk regolit atau lapisan partikel halus.





Namun pandangan tentang tanah dikembangkan oleh Dokuchaev di Rusia pada tahun 1870 dan menjadi lebih revolusioner. Pendapatnya didasarkan pada observasi kepada:





  • Perbedaan dan kesamaan jenis tanah pada keadaan yang relatif sama
  • Masing-masing jenis tanah mempunyai morfologi khas selaku konsekuensi keterpaduan aspek lain, seperti iklim, jasad hidup (tanaman dan binatang) selaku materi induk, topografi dan unsur tanah
  • Tanah adalah hasil evolusi alam yang bersifat dinamis sepanjang abad




Marbut (1996) dalam Ismail (2001) menjabarkan pemahaman tanah yakni lapisan luar kerak bumi dan biasanya terurai. Ketebalan tanah mulai setebal kulit bawang hingga lebih dari 3 meter, serta berbeda dengan materi-materi lain yang ada dibawahnya, meliputi warna, struktur, sifat fisik, susunan kimia, karakter biologis, serta proses kimia, reaksi dan morfologi.





Dalam pengertiannya, tanah dan bahan induk dibedakan dan lebih menekankan pada ciri-ciri tanah sebagai sumber benda alam. Berbagai hal yang membedakan tanah dari bagian lain di kerak bumi antara lain:





  • Kelompok jenis tanah cuma terbatas pada kawasan iklim tertentu
  • Tanah memiliki zona dan morfologi tanah dipengaruhi oleh perkembangannya
  • Terdapat relasi antara tanah dengan tumbuhan dan binatang yang menawarkan dampak hubungan timbal balik




Pengertian Tanah Hutan





Tanah hutan adalah media tempat berkembang. Pengertian tanah hutan secara lengkap yaitu benda atau bahan alam yang berisikan bajan padatan (mineral dan organik), air, serta udara yang ada di dalam hutan.





tanah subur




Secara biasa tanah hutan berfungsi sebagai penyedia aiar dan hara bagi tanaman, penyedia oksigen serta penahan mekanis.





Mempelajari tanah sangat berkaitan bersahabat dengan pedogenesis, yaitu proses pembentukan tanah mencakup penambahan material, penghematan material dan pergeseran material yang menimbulkan terbentuknya lapisan tanah (horizon tanah).





Berdasarkan padatan penyusun tanah, tanah mampu diklasifikasikan menjadi tanah mineral dan tanah organik. Tanah mineral ialah tanah dengan horizon yang didominasi oleh bahan padatan mineral atau anorganik. Sedangkan tanah organik yaitu tanah dengan horizon yang didominasi oleh bahan padatan organik.





Pemahaman tanah selaku media perkembangan tanaman pertama kali dikemukakan oleh Dr. H. L. Jones dari Cornell University, Inggris. Ia melaksanakan kajian terkait kekerabatan tanah pada tumbuhan tingkat tinggi untuk memperoleh bikinan pertanian yang lebih ekonomis. Kajian ini dinamakn dengan edaphologi.





Horizon Tanah





Horizon tanah atau lapisan tanah hutan terdiri dari beberapa lapisan yang ditentukan oleh jenis tanah dan materi pembentuknya. Secara biasa horizon tanah dari atas sampai bawah dibagi menjadi jenis, ialah horizon O, A, E, B, C dan R.





horizon tanah




Horizon O yakni lapisan tanah hutan yang terdiri dari bahan organik yang berasal dari hasil dekomposisi daun, batang, ranting dan bagian tumbuhan lainnya. Bahan organik tersebut biasanay ditemukan pada tanah hutan dataran tinggi. Sedangkan pada hutan dataran rendah, biasanya lebuh sedikir mempunyai kandungan materi organik alasannya proses penguraian lebih gampang dan cepat.





Horizon A yakni lapisan tanah yang terdiri dai materi mineral dan atau dengan campuran bahan organik dalam jumlah yang sedikit. Warna lapisan tanah jenis ini condong gelap dan umumnya dipakai untuk lahan pertanian.





Horizon E merupakan laisan tanah yang tidak senantiasa ada pada jenis tanah di sebuah kawasan. Horizon ini terletak di antara horizan A dan B.





Horizon B yakni lapisan tanah yang posisinya berada dibawah horizon A atau E dengan ciri warna lebih merah dibanding lapisan lainnya. Warna merah tersebut disebabkan alasannya pedgenesis tanah. Tingkat kemerahan horizon B dapan menjadi parameter yang memilih tingkat oksidasi tanah akibat adanya kandungan besi oksida.





Horizon C yakni lapisan tanah muda yang baru mengalami pergantian dari batuan menjadi tanah. Horizon C tepatnya berada sebelum horizon R.





Horizon R adalah lapisan yang menjadi bahan induk dan bisa kita sebut batuan. Lapisan ini pada nantinya akan menentukan sifat tanah yang hendak terbentuk.





Kapasitas Tukar Kation (KTK)





Kesuburan tanah hutan juga mampu dilihat dari kapasitas tukar kation (KPK). KPK ialah kemampuan tanah dalam mengikat zat hara. Nilai KTK yang tinggi menjadi indikator subur atau tidaknya tanah, serta menjadi isyarat apakah tanah tersebut mampu menahan berbagai zat yang diperlukan oleh tumbuhan.





Cara menjumlah kapasitas tukar kation dapat dikerjakan dengan aneka macam sistem dalam ilmu tanah dengan alat-alat dan materi yang sulit didapatkan. Akan tetapi, terdapat sistem sederhana untuk mengecek secara kualitatif kadar tinggi rendahnya KTK.





Metode tersebut yaitu kocok endak. Prinsipnya ialah melaksanakan pengocokan suspensi tanah dengan air (1 banding 8) lalu menanti sampai air jernih pada kedalaman 3 cm dari permukaan air.





Air yang sulit jernih atau sulit menjadi bening maka memiliki nilai KTK tinggi, begitupun sebaliknya. Metode ini ialah cara sederhana yang dikembangkan oleh salah satu Profesor Ilmu Tanah di Fakultas Kehutanan IPB.


Comments

Popular posts from this blog

+16 Cara Menurunkan Gas Motor Satria Yang Tinggi 2023

Incredible Ukuran Pamflet A3 Ideas

The Best Cara Menurunkan Versi Browser Pc Ideas